Sabtu, 15 Juni 2013
Cast : Dicky M
Prasetya as Dicky
Rafael
Landry Tanubrata as Rafael
Chilya
Anastasya as Chilya
“Tuhan, maafkan diri ini. Yang tak pernah bisa
menjauh dari angan tentangnya. Namun, apalah daya ini bila ternyata
sesungguhnya aku terlalu cinta dia....”
Ku tulis sajak ini dalam buku diari
kecilku. Aku meluapkan semua rasa ku padanya dalam buku ini. Andai engkau tahu,
cinta ku padamu takkan pernah hilang, meski ku tau kau tak mungkin akan
mencintaiku...
Namun jika
mungkin kita akan bersama, akulah orang yang paling bahagia di dunia ini.
“chilya !
ngapain kamu disini?”tanya seseorang padaku
“Eh Coh Rafael..
aku gak ngapa-ngapain kok Coh. Cocoh sendiri ??”
“Cocoh nyariin
kamu dari tadi. Eee.. ternyata ada disini! Dibelakang pohon lagi.”
“Maaf Coh J,, abis di dalem panas. Jadi aku disini... J”
“Yaudah masuk
yuk? Udah malem ini. Ntar kamu sakid lagi?”
“Iya Coh..” sambil berjalan masukke dalam.
Namaku Chilya Anastasya, aku anak
ke-2 dari 2 bersaudara, dan sekarang aku masih duduk di bangku SMA kelas 2 di
SMA N 27 Bandung. Orang tadi adalah kakakku, namanya Rafael Tanubrata. Dia
kakak yang paling aku sayangi. Sekarang, dia masih kuliah di salah satu
Universitas terkenal di daerah Bandung. Namanya Universitas Toro.
Saat
pagi hari.....
“Chilya bangun
!! udah pagi ini. Nanti kamu telat ke sekolahnya..” seru kak rafael dri luar
“iya kakak...
bentar. Ini udah bangun..? mau siap siap dulu.”
“Cepetan donk..!
udah jam berapa ini?”
Akupun keluar
kamar dan bergegas menemui kak Rafael, “Iya kak, ni udah selesai. Ayo
berangkat..?”
“Bentar, kakak
periksa dulu.” Sambil melihat kelengkapanku
“Udah kan ?”
tanyaku sedikit kesal
“Iya ! Yaudah
yuk berangkat.”
Kakakku itu emang super duper
perhatiannya. Tapi, dari sikapnya itu yang membuat aku agak risih. Aku selalu
dianggap seperti anak kecil. Padahal, 3 bulan lagi umurku 17 tahun.
S
K
I
P
K
I
P
Di
sekolah...
“Kak aku masuk
dulu ya...?”
“Iya... oh ya,
ntar kakak gak bisa jemput. Soalnya ada acara sama anak-anak SMASH.”
“Iya deh kak,
gak papa kok...”
“Oke kalo gitu,
bye adek...”
“J... “
Aku pun berjalan menelusuri koridor
sekolah untuk menuju kelasku. Tanpa terasa ada seseorang yang menabrakku dari
depan. Spontan aku terjatuh dan merasa sedikit kesakitan. Setelah aku melihat
siapa yang menabrak, aku pun kaget setengah mati. Ternyata dia.....
“Kak Dicky...”
ucapku kaget..
“Eh eh maaf ya ?
Aku gak sengaja nabrak kamu?”
“Iya gak apa-apa
kok kak?”
“oh ya, aku
buru-buru. E tapi... nama kamu siapa ?” sambil mengulurkan tangan
“Aku... aku
Chilya..” membalas uluran tangan..
“Ou.. Chilya.
Yaudah, aku pergi dulu. Sampai ketemu lagi ?”
“Iya kak J “
Aku pun merasa sangat deg-degan. Oh
tuhan, aku bisa berjabat tangan dengan orang
yang slama ini aku sukai, aku cintai, Kak Dicky Prasetya. Tuhan
dekatkanlah dia padaku slalu..
S
K
I
P
K
I
P
Di
rumah....
“Tuhan,,,ku tahu permintaanku padamu terlalu besar.
Aku inginkn dia slalu Tuhan, inginkan dia. Walau ku tahu, waktu ku di dunia ini
takkan lama. Namun satu yang ku inginkan, slalu dekatkan dia padaku Tuhan.
Dekatkan dia “
Ku tulis lagi sebuah kalimat dalam
buku diari kecilku. Tak terasa butiran air mata jatuh ke pipi. Ya, ku sadar
jika ini tak mungkin terjadi. Cintaku padanya mungkin takkan terbalaskan.
Cintaku padanya mugngkin hanya cinta semu.
“Dek, kamu
kenapa ?”
“gak ada apa-apa
kok kak.”
“tapi kok kamu
nangis?”
“Aku gak nangis,
tadi Cuma kelilipan debu aja.”
“Ouh...”
Gak tau kenapa, aku merasakan pusing
yang sangat berat di kepalaku. Hidungku pun keluar darah yang cukup deras.
Setelah itu akupun tak sadarkan diri dan tak tau apa yang terjadi lagi.
Di
rumah sakit....
“Chilya, sadar
donk? Kamu kok bisa gini lagi sih ? jawab kakak donk..” tanya kak rafael yag
sangat khawatir.
Akupun akhirnya
tersadar, “Kakak, jangan nangis donk? Cengeng deh...”
“Chil, kamu udah sadar? Mana yang sakit?”
“Udah gak apa-apa kak. Tenang aja, jangan khawatir banget gitu donk? Chilya khan udah gedhe.”
“Udah gak apa-apa kak. Tenang aja, jangan khawatir banget gitu donk? Chilya khan udah gedhe.”
“Gimana gak
khawatir, kakak takut banget kehilangan kamu.”
“Aku gak akan
ninggalin kakak kok.. beneran.”
“Iya dek, kakak
sayang kamu?”
“Aku juga sayang
kakak.”
Seminggu sudah aku berada di rumah
sakid. Aku merasa sangat bosan di dalam kamar terus. Akhirnya aku pun meminta
izin pada dokter untuk keluar kamar sebentar mencari angin. Dan dokter pun
mengizinkannya. Aku hanya di beri waktu 2 jam untuk keluar.
Saat aku
berjalan-jalan di taman rumah sakid, aku melihat seseorang yang sangat aku
kenali. Ya, dia kak Dicky. Kakak kelas yang sangat aku suka, aku pun
mendekatinya.
“hay kak Dicky ?
boleh aku duduk disini?”
“Hey,, Chilya.
Boleh kok, silahkan saja.” Jawab dicky dengan lembut
“Kakak ngapain
disini ?”
“Nganterin ayah
aku Check up. Kalo kamu ?”
“Hemmm.... aku
gak tau ni disini ngapain... gak boleh pulang sama dokternya, jadi tidur sini
deh..J “
“J ada-ada aja deh kamu. Jelas gak boleh pulang, orang kamu
sakid.”
“Aku gak sakid
kok kak, orang dokternya aja yang aneh... hehe J”
“Bisa aja
kamu...”
Aku pun slalu mempehatikan setiap
kata yang di ucapkan kak Dicky. Aku gak mau saat saat seperti ini cepat
berakhir. Aku ingin selalu berada di dekatnya dan melihat semua yang ada pada
dirinya. Aku benar-benar menginginkan dia untuk yang terakhir kalinya dalam
hidup ku..
“Dek...? Kok
ngelamun gitu,,,” tanya kak dicky
“ eh eh gak pa
pa kok kak. J Oh ya, aku
masuk kamar dulu ya kak ? ntar di marahin dokter nie.”
“Iya, hati-hati
ya ?”
Sambil
mengeluarkan senyuman manisnya
“Iya kak...”
Sungguh aku tak
bisa dan tak sanggup untuk meninggalkan senyuman manis itu. Aku sudah
benar-benar tak bisa jauh dari dia. Aku cinta dia. Tuhan bantu aku miliki
dia....
S
K
I
P
K
I
P
“Tuhan, aku hanya orang biasa yang tahu kapan
hidupku akan berakhir. Tuhan aku hanya memohon padamu, berikan aku jalan
terbaikmu dan berikanlah aku kekasih hati yang menyayangiku di saat terakhirku.
Tuhan, kuingkinkan dia selalu di dekatku. Kak Dicky, I Love You...”
2 bulan sudah aku melewati semua
itu. Dan tak ku sangka aku semakin dekat dengan kak Dicky. Sungguh hal yang
sangat aku inginkan slama ini. Namun, tak kukira juga penyakit kanker ku
semakin parah. Dokter pun memprediksi bahwa hidupku tak akan lama lagi.
Di rumah sakit...
“kak rafael,
besok khan ulang tahun aku yang ke-17. Boleh gak aku minta sesuatu sama
kakak.?”
“Boleh kok
dek,,”
“Kalo besok aku
udah gak ada, kakak janji ya akan slalu inget dan sayang sama aku ?”
“Kok kamu
ngomong gitu si dek, kamu tu akan selamanya
kakak sayang. Kamu juga janji jangan ninggalin kakak donk ?”
“Iya kak, aku
gak akan ninggalin kakak. Khan aku slalu ada di hati kakak... J “
Malam pun tlah larut dan kini aku
pun tlah tertidur di kamar rumah sakid yang sangat sepi bagiku. Saat tengah
malam tiba, aku mendengar ada suara kaki yang terseok-seok mendekatiku. Akupun
terbangun dan merasa takut. Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka dan
terlihat seseorang membawa sebuah kue tart mendekatiku. Dan tak ku sangka, dia
adalah Kak Dicky bersama kak Rafael yang membawa sebuah kado di sampingnya...
lagu ulang tahun pun di lantunkan oleh mereka....
“happy birthday
Chilya sayang... happy sweet seventeenth.” ucap kak rafael sembari memelukku..
“Makasih kakak,
Chilya sayang sama kakak....” dengan nada yang cukup lemas
“iya, kakak juga
sayang Chilya. Tetep jadi adek terbaik buat kakak ya ?” sambil meneteskan air
mata.
“Iya kak...”
ikut meneteskan air mata
“Happy birthday
ya Chilya...” ucap kak dicky dengan senyuman manisnya.
“Iya kak...”
membalas dengan senyuman.
Aku pun merasa sangat bahagia saat
ini. Aku bisa melihat orang-orang yang aku sayangi tersenyum bahagia, walau
sebenarnya dalam hati mereka sangat sedih karena keadaanku sekarang. Aku
hanyalah seorang anak yang tak berdaya, tubuhku lemah karena semakin lama
penyakit kanker ku semakin parah. Hingga aku hanya bisa pasrah dengan hidupku
saat ini....
“kak Dicky,
bolehkah aku bicara. de dengan mu..?” kata-kataku yang sedikit terbata..
“Boleh Chilya,
sangat boleh. Bicaralah...”
“Ka kak, sebener
nya aku suka dan sa yang sa ma kakak se jak aku kelas 1. Tapi, aku juga sadar
kak, kalo itu semua gak mung kin akan ter jawab. A ku tahu kalo itu cu ma mimpi
aku yang ketinggian. Dan itu mem buat aku terjatuh dalam jurang lu ka dalam.
Kak, maafin aku udah punya perasaan ini?” sambil menangis tersedu menahan sakit
“Kamu gak salah
chil, justru aku yang salah dan bodoh. Kenapa slama ini aku gak peka sama
perasaan kamu...” sesal Dicky..
“chil, kakak sayang
dan cinta sama kamu? Kamu mau khan jadi pacar kakak ?”
“Kak, Chilya gak
mim pi khan ?”
“Gak Chil, kakak
beneran sayang kamu....”
“A ku ma u kak,
teri ma ka sih udah ja di yang terakhir un tuk a ku. Memang be nar, cin ta akan
in dah pa da wak tu nya..” kata terakhir yang ku ucapkan yang kemudian aku pun
terdiam..
Dicky pun kemudian memelukku dengan
eratnya dan takkan melepaskannya lagi. Kak Rafael hanya bisa diam dan menangis
melihat itu semua.. Aku pun merasa semua yang ada di sekelilingku sekarang
menjadi gelap. Aku tak tau apa yang terjadi, namun yang pasti saat ini aku tlah
pergi meninggalkan dunia ini dan terbang menuju surga dan kekal dalam
keabadian.. Terimakasih cinta tlah indah pada waktunya....
........................................................END................................................................
by :
ismiterra cahya pradani
@Ca_SbCm
Senin, 10 Juni 2013
BUKAN YANG PERTAMA TAPI YANG TERAKHIR
Hari ini adalah hari terakhir gue
sekolah di SMA ini, SMA Tunas Bangsa, Bandung. Yaa, banyak cerita terkenang
disini. Dari kenangan manis gue sampe kenangan terpahit gue.
Dicky Muhammad
Prasetya, dia adalah cowok yang pernah ngasih kenangan manis ke gue, tapi dia
juga yang ngasih kenangan terpahit ke gue. Dia ninggalin gue tanpa sebab dan
gak tau dimana keberadaan dia sekarang.
“Dickyyy...............
Gue benci loe !!!!” teriak gue di taman deket sekolah.
Tiba-tiba dari belakang datang
seseorang ngagetin gue.
“Loe ngapain
teriak-teriak gak jelas gitu Ra ?” Tanya seorang cowok dari belakang..
“Loe Ham?
Ngagetin gue ajha...”
Yaps nama gue Tarra Arshinta dan
cowok tadi namanya Muhammad Ilham Fauzi. Dia adalah temen sekelas gue dari
kelas X.
“Loe masih
mikirin cowok tu ya ??”
“Cowok yang mana
? Sok tau deh loe ?”
“Gak usah bohong
deh ?! Kalo loe lagi bohong tu keliatan..”
“bisa aja Loe?”
“Oh ya, ngomong
ngomong loe nerusin dimana ?”
“Guee, gue maw
nerusin di Universitas Toro Bharata. Kalo loe ?”
“Gue juga
disitu.. berarti kita bisa barengan lagi donk ?”
“Yahhh,,, bosen
dah gue. Hehe....” sambil ketawa barengan sama Ilham.
Berbulan bulan udah gue lewati dan
sekarang gue udah resmi jadi salah satu Mahasiswi di Universitas Toro Bharata.
Sore itu gue
jalan sendiri pulang ke rumah. Gak tau kenapa gue ngerasa males banget buat
pulang naik angkot. Jarak rumah gue ke kampus gak jauh-jauh banget sih, jadi
gue putusin buat jalan kaki aja. Ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba ada mobil
melaju dengan kencang dan gak sengaja nyrempet gue yang mau nyebrang jalan.
Spontan gue marah-marah sama pemilik mobil itu.
“Aaaaaa...
sakid..” teriak gue kesakitan.
Pemilik mobil pun
keluar..................
“Eh Loe punya
mata gak si ? bisa nyupir gak,,, liat liat jalan donk...” teriak gue marah
marah sama orang itu.
“Sorry,,, gue
buru-buru banget, Loe gak apa-apa khan ?” Tanya seorang cowok.
Gue pun langsung ngeliat siapa orang
itu. Dan tanpa gue duga ternyata cowok itu DICKY... Yaaa... Dia beneran Dicky,
cowok yang pernah ninggalin gue tanpa sebab. Dan gue benci sama dia..
“Tarra?!!
Loe...,Loe gak apa-apa khan ?” sambil bantu gue bangun
“Lepasin !!! Gue
gak butuh bantuan loe !!” sambil bangun dengan kepayahan dan bergegas buat
pergi.
“Auwwww......”
teriak gue kesakitan.
“Udahlah, loe
gak usah nolak bantuan gue. Luka loe agak parah. Sini biar gue bawa loe ke
rumah sakid...? gue mau tanggung jawab”
“Udah Dicky !!
Gak usah !! gue males liad muka loe...” berjalan pergi meninggalkanyya.
Ya Allah kenapa gue harus ketemu
Dicky lagi ? Udah cukup luka ini gue simpen. Gue udah hampir lupain dia, tapi
kenapa kau kirim lagi dia kembali ? Gue udah terlanjur benci dia...
BENCI...........
S
K
I
P
P
Gak terasa gue udah sampai rumah dan
bergegas ke ruang tengah ngambil obat-obatan buat ngobatin luka gue karna
kejadian tadi.
“Aduchh
sakid,,,! Kenapa sih gue harus ketemu cowok itu lagi ? cowok yang udah pernah
bikin gue sakkid hati... huft......” gumam gue sambil ngobatin luka..
Tetttt tetttt tettt........... Bel
rumah pun berbunyi dan sepertinya ada orang yang dateng. Gue pun bergegas
bukain pintu dan liat siapa yang dateng.
“Tarra...!!!”
tiba-tiba mengagetkan gue..
“Ya Ampun
Anita... Loe ngagetin gue aja?!”
“hehhe Sorry Ra...”
“Ngapain loe
kesini ? Tumben banget ?”
“Gue mau kasih
tau loe tentang orang yang sangat gue suka dan gue fans..(tersenyum yang kemudian natap luka gue) Loe kenapa Ra ? Kok banyak
luka gitu ?”
“Emmm, gue gak
apa-apa. Cuma kesrempet mobil aja.. Oh ya, siapa yang loe fans?” sambil duduk
di sofa yang empuk.
“Ini (sambil menunjukkan sebuah gambar). Ini
SMASH, cowok yg super duper cakep dan gue ngefans banget sama mereka, apalagi
yang namanya Bisma Karisma. Mereka satu kuliah sama kita lho, tapi mereka baru
seminggu disini. Coz lama di Sydney.”
“Hemmm,, loe
ngefans sama boyband ?”
“iya...”
“Mana yang
namanya Bisma ?”
“Ini...(sambil nunjuk gambar),,”
“Lumayan cakep
sih.... Ada Ilham juga to?” sambil melihat gambarnya
“Iya...”
Setelah gue liad-liad, gue pun
ngerasa udah pernah kenal sama salah satu member dari SMASH.
“Ini Siapa?”
“Itu namanya
Dicky...”
Gue pun kaget
denger nama itu,, “Dicky Muhammad Prasetya?” tanya gue penasaran..
“Iya, kok loe
tau si ?”
“Hemm, gak
apa-apa.”
Ya, ternyata benar itu Dicky.
Ternyata dia adalah salah satu member SMASH, boyband yang sekarang lagy naik
daun.. Tuhan,, kenapa gue harus ketemu dia lagi ?? Gue gak kuat Tuhan.....
“Ra ?! Ra ?
halloo...” sambil membuyarkan lamunan gue..
“Eh iya Ta,, ada
ap ?”
“Loe abis
ngelamunin apa sih ?”
“Gak ngelamunin
apa-apa kok..”
“Oh ya,, besok
malem anterin gue ketemu Bisma ya ?? Please banget,, besok Smash manggung di
Cafe Romantic.. “
“Emmm,, gimana
ya..”
“Please donk ?”
“Iya deh gue
anterin loe..”
“Thanks ya Ra,,,
Yaudah gue pulang dulu ya ?udah malem nie.. Sampe ketemu besok Tarra ...”?
“Iya Hati-hati
loe”
Entah gimana gue harus ngadepin
kenyataan ini. Sekarang Dicky telah kembali, gue gak mau perasaan gue balik
lagi. Gue udah terlanjur benci sama dia. Ya Allah beri gue petunjuk, semoga aja
gue bisa biasa aja ketemu dia.
S
K
I
P
K
I
P
Malam berikutnya telah tiba dan ini
saatnya gue harus anterin Anita ketemu dengan Member SMASH. Sesampainya disana,
Cafe itu penuh banged sama Smahsblast. Gue sampe bingung, ini cafe apa
pertunjukkan sirkus... Saat gue dan anita di sana, para member SMASH sedang
nyanyiin sebuah lagu yaitu “Ada Cinta” dan gue rasa” gue pernah denger lagu ini
dibawain sama seseorang. Gue pun inget-inget lagu itu... dan ternyata...
“Lagu Dicky yang
pernah dia ciptain buat gue... !” Kekagetan gue dalam Hati.. “Ya ampun, lagu
itu pernah dia nyanyiin waktu dia nembak gue... Tuhan kenapa harus kayak gini
sih ?” Tanya gue dalam hati.
“Tarra? Kok loe
diem aja sih ? sampe selesai tu lagunya..” tanya Anita Penasaran..
“Eh, gak apa-apa
kok...”
‘Yaudah deh..
Anterin gue ke backstage yuk ? gue pengen ketemu Mang Bisma...”
“Tapi Ta,, Emang
dapet ijin?”
“Tenang aja, ini
khan cafe ayah gue... jadi gue jelas dapet ijin, orang gue yang minta ke ayah
supaya SMASH manggung di sini...”
“Pantesan,,, Loe
nyantai gini...”
“Hehee,,, udah
ayo ke backstage..!!” sambil narik tangan gue.
“Iya....”
Gue dan Anita pun jalan ke Backstage
dan ternyata di sana ada member SMASH yang lagi duduk santai sambil bercanda.
Tiba-tiba Anita berlari ke arah Bisma yang sedang berdiri di pojok ngafalin
koreografi buat tampil nanti. Sedangkan gue hanya diam berdiri di dekat pintu
karena ngeliat Dicky yang duduk sendiri sembari memainkan iphone
kesayangannya..
“Kak Bisma...?!”
Teriak Anita sambil berlari ke arah Bisma..
“Hey,,, Anita?!”
Jawab Bisma atas panggilan Anita
“Hallo kakak..
gimana kabarnya?”
“Baik kok,, kamu
gimana ?”
“Baik juga...
“BTW makasih
udah manggil kita buat manggung disini ?” Ucap Rafael pada Anita
“Iya Kak
sama-sama...”
“Oh ya,, itu
siapa ?”Sambil nunjuk ke arah gue.
Anita pun ndeketin gue dan narik
tangan gue buat di kenalin ke semua member SMASH.
“Ini namanya
Tarra, Tarra Arshinta. Temen gue kuliah.”
Spontan Dicky pun menoleh ke arah
gue karna denger nama gue dengan jelasnya..
“Hay, gue
Rafael?”
“Tarra...”
“Gue Morgan”
“Gue Bisma....
Rangga.... Reza... “ Sambil berjabat tangan.
“Dan Gue....”
Kalimatnya terputus sebab gue udah nyamber duluan..
“Udahlah Ham,,
ngapain kita kenalan...”
“hehee....” senyum Ilham
“hehee....” senyum Ilham
“eh Dick,
ngapain loe diem aja di situ ? gak mau kenalan ?” tanya Si Rangga..
Dicky pun berdiri dan ndeketin gue.
Gak tau kenapa tiba-tiba perasaan gue jadi campur aduk gini. Ada rasa seneng,
tapi ada juga rasa benci... Tapi gue tetep berpegang teguh pada kebencian gue
sama dia.. Karna gara” dia, setiap hari gue jadi cewek yang cengeng...
“Sorry Ta, gue
mau pergi..” Sambil ninggalin mereka semua...
“Tunggu...”
tiba-tiba ada yang narik tangan gue dari belakang dan itu adalah Dicky..
“Lepasin gue
Dick !!!”
“Gak !!! Gue
harus ngomong sama Loe !”
“Gue gak mau Dick...!!!” sambil melepaskan tangan Dicky dan ninggalin mereka semua.
“Gue gak mau Dick...!!!” sambil melepaskan tangan Dicky dan ninggalin mereka semua.
Aku pun berlari keluar cafe dan
bergegas pulang ke rumah. Di perjalanan gak henti-hentinya gue nangis. Kenapa
ini harus terjadi Tuhan,,, Di saat gue butuhin dia, dia gak ada di samping gue.
Tapi disaat gue lupain dia, dia malah datang.. Tuhaannn apa yang harus gue
lakuin..
“Dick, apa dia
cewek yang pernah loe ceritain sama gue selama ini ?” Tanya bisma pada Dicky
“Iya Bis, dia
ceweknya. Gue cinta dia Bis, tapi dia udah terlanjur salah paham sama kejadian
yang lalu itu Bis.”
“Loe yang sabar
ya Dick, gue yakin dia pasti balik lagi ke loe ?”
“Thanks ya Bis
?”
S
K
I
P
K
I
P
Hari itu pun tlah berlalu dan sejak
saat itu juga gue jadi sering murung dan ngelamun sendiri. Hingga suatu ketika
Anita dan para member SMASH merencanakan sesuatu yang bisa membuat gue dan
Dicky kembali. Anita mungkin mengerti kalau gue masih ada rasa sama Dicky. Tapi
gue gak mau mengakuinya karna gue udah terlanjur di butain oleh kebencian.
Sore itu Anita ngeBBM gue buat
dateng ke Cafe Romantic jam 7 malem. Gue bingung mau ada acara apa di sana.
Lewat BBm...
“Ra, loe entar malem jam 7 dateng ke Cafe Romantic
ya ? Gue tunggu”
“Mau ngapain sih
di sana ? Biasanya kalo ada sesuatu dia bilang dulu ke gue... tau’ ach...”
ocehan gue di kamar sendiri...
Jam 7 malam at cafe......
“Katanya ketemu
jam 7 malem,,, tapi ini kok sepi banget sih? Jangan-jangan Anita ngerjain gue
lagi.... Huh..” omelan gue sendiri.
Saat gue berbalik dan mutusin buat
pulang ke rumah, tanpa sengaja gue nabrak seseorang dari belakang..
“auww.....” Gue
pun terjatuh tapi ada orang yang nangkap tubuh gue duluan dan ternyata orang
itu Dickyy. Spontan gue dan Dicky saling menatap satu sama lain. Gak tau kenapa
hati gue jadi deg-degan gini. Aliran darah gue makin kencang dan jantung pun
berdetak makin cepat. Tuhan apa yang terjadi...?
Gue pun sadar
dan tersentak melihat keadaan ini...
“Sorry, gue gak
sengaja nabrak loe? Gue harus pergi...” sambil meninggalkan Dicky.
“Tunggu Ra ?!
Gue mau ngomong sama loe ?!” mencegah kepergian gue.
“Mau ngomong
apa? Udahlah gue gak ada waktu lagi...”
“Please Ra...”
Gue pun hanya diam dan kemudian
mengangguk mengabulkan permintaan Dicky.
Kami berdua pun duduk di salah satu meja di cafe itu.
“Gue mau minta
maaf sama loe Ra? Karna gue pernah ninggalain loe dulu ?”
“Buat apa minta
maaf ? Gue udah terlanjur benci Dick..”
“Gue dulu
terpaksa Ra, gue ngikut kata orang tua. Mereka mendadak harus pindah rumah
karena pekerjaan mereka . Gue gak bisa
apa-apa. Jujur aja, gue sedih ninggalin loe gitu aja. Gue sayang sama loe.”
“Tapi kenapa loe
jadi gak pernah hubungin gue Dick ? Gue dulu bingung nyari loe ?! Loe ngilang
gitu aja tanpa sebab..”
“Gue gak bisa
hubungin loe karna Handphone gue di ambil sama ortu gue. Mereka ngelarang gue
hubungin loe!? Dan setelah gue balik lagi kesini, gue udah sempat nyari loe
tapi gak ketemu. Please Ra, maafin Gue ?”
“Gue udah
terlanjur benci loe Dick. Gue udah sakkid gara-gara loe Dick.!!” sambil
menangis
“Gue tau Ra,
makanya gue akan nebus semua kesalahan gue di masa itu. Gue masih sayang sama
loe Ra? Asal loe tau, setelah gue pergi gak ada satupun orang yang bisa gantiin
loe di hati gue Ra..”
Gue pun terdiam mendengar ucapan
Dicky. Memang, dia dulu pergi tanpa sebab namun semua itu ada alasannya. Ya Tuhan,,,
apa yang harus aku katakan? Jujur aja, gue masih sayang dia. Memang benar, saat
dia pergi tak ada satupun orang yang bisa gantiin posisi dia di hati gue. Yaa,
gue harus jujur. Gue masih cinta dia, gue sayang dia, dan gue gak mau
kehilangan dia kedua kalinya.
“Tarra, jawab
gue Ra ?! Jangan Diem aja.?” Tanya Dicky
“Gue... gue juga
masih sayang dan cinta sama loe Dick...! gue masih punya rasa itu sampai
sekarang. Gue maafin loe !!”
“Makasih Ra,
makasih...” Sambil memeluk gue.
Tiba-tiba suasana menjadi sedikit
berbeda. Lampu yang tadinya remang-remang kini menjadi terang. Dan tiba-tiba
datang segerombolan orang dari belakang panggung, dan tanpa gue duga ternyata
mereka adalah member SMASH dan Anita sahabat gue. Gue bingung dengan keadaan
ini..
“Kok kalian bisa
di situ ?” tanya gue sama anak” tadi.
“Ternyata
rencana kita berhasil ya guys ?” seru Bisma...
“Jadi semua ini
kalian yang rencanain...?” tanya gue dan Dicky secara bersamaan..
“E chieee,,
barengan chuy... sehaty deh kalian...” serang Ilham dari belakang
“Apaan sih
kalian ini?”
“Bener khan, ternyata
kalian masih saling suka.? Udah sekarang gak perlu di sembunyiin lagi. Kalian
emang cocok kok .” ucap Anita
Gue dan Dicky pun tersenyum
mendengar perkataan Anita. Yaps emang benar dulu waktu di sma banyak anak yang
bilang kalo kita itu pasangan yang ideal, cocok.
“Eh guys, gue
maw ungkapin sesuatu.” Ucap Dicky pada anak-anak.
Dicky pun kemudian jongkok di depan
gue sambil memegang kedua tangan gue. Dia pun berbicara sesuatu...
“Tarra,, gue
sangat sayang dan cinta sama loe. You always in my mind and my heart. Tarra, i
heart you and i love you. Would you be my girl?” tanya Dicky dengan jelasnya
“Dicky.... gue..
gue juga sayang dan cinta sama loe. Gue mau jadi cewek loe. I heart and i love
you too....”
“makasih Ra? Gue
sayang loe, meski ini bukan yang pertama tapi ini bakalan jadi yang terakhir buat gue...” sambil memeluk gue
dengan erat..
“chieee...
chieeee..... yang udah jadian seneng nih ?” sahut Reza
“Iya, sampe lupa
ada orang disini...” sahut Morgan
“ha... ha.. ha....”
Duka dan kesendirian pun sekarang
tlah hilang dari hidup gue dan kebahagiaan pun datang dengan indahnya...
Welcome back my Love, I always love you DICKY M Prasetya Forever...
-End-
Writen by :
Ismiterra Cahya Pradani
@Ca_SbCm
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)








