Sabtu, 15 Juni 2013


Cast : Dicky M Prasetya as Dicky
            Rafael Landry Tanubrata as Rafael
            Chilya Anastasya as Chilya


“Tuhan, maafkan diri ini. Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya. Namun, apalah daya ini bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia....”
            Ku tulis sajak ini dalam buku diari kecilku. Aku meluapkan semua rasa ku padanya dalam buku ini. Andai engkau tahu, cinta ku padamu takkan pernah hilang, meski ku tau kau tak mungkin akan mencintaiku...
Namun jika mungkin kita akan bersama, akulah orang yang paling bahagia di dunia ini.
“chilya ! ngapain kamu disini?”tanya seseorang padaku
“Eh Coh Rafael.. aku gak ngapa-ngapain kok Coh. Cocoh sendiri ??”
“Cocoh nyariin kamu dari tadi. Eee.. ternyata ada disini! Dibelakang pohon lagi.”
“Maaf Coh J,, abis di dalem panas. Jadi aku disini... J
“Yaudah masuk yuk? Udah malem ini. Ntar kamu sakid lagi?”
“Iya  Coh..” sambil berjalan masukke dalam.
            Namaku Chilya Anastasya, aku anak ke-2 dari 2 bersaudara, dan sekarang aku masih duduk di bangku SMA kelas 2 di SMA N 27 Bandung. Orang tadi adalah kakakku, namanya Rafael Tanubrata. Dia kakak yang paling aku sayangi. Sekarang, dia masih kuliah di salah satu Universitas terkenal di daerah Bandung. Namanya Universitas Toro.

            Saat pagi hari.....

“Chilya bangun !! udah pagi ini. Nanti kamu telat ke sekolahnya..” seru kak rafael dri luar
“iya kakak... bentar. Ini udah bangun..? mau siap siap dulu.”
“Cepetan donk..! udah jam berapa ini?”
Akupun keluar kamar dan bergegas menemui kak Rafael, “Iya kak, ni udah selesai. Ayo berangkat..?”
“Bentar, kakak periksa dulu.” Sambil melihat kelengkapanku
“Udah kan ?” tanyaku sedikit kesal
“Iya ! Yaudah yuk berangkat.”
            Kakakku itu emang super duper perhatiannya. Tapi, dari sikapnya itu yang membuat aku agak risih. Aku selalu dianggap seperti anak kecil. Padahal, 3 bulan lagi umurku 17 tahun.
S
K
I
P
            Di sekolah...

“Kak aku masuk dulu ya...?”
“Iya... oh ya, ntar kakak gak bisa jemput. Soalnya ada acara sama anak-anak SMASH.”
“Iya deh kak, gak papa kok...”
“Oke kalo gitu, bye adek...”
J... “
            Aku pun berjalan menelusuri koridor sekolah untuk menuju kelasku. Tanpa terasa ada seseorang yang menabrakku dari depan. Spontan aku terjatuh dan merasa sedikit kesakitan. Setelah aku melihat siapa yang menabrak, aku pun kaget setengah mati. Ternyata dia.....
“Kak Dicky...” ucapku kaget..
“Eh eh maaf ya ? Aku gak sengaja nabrak kamu?”
“Iya gak apa-apa kok kak?”
“oh ya, aku buru-buru. E tapi... nama kamu siapa ?” sambil mengulurkan tangan
“Aku... aku Chilya..” membalas uluran tangan..
“Ou.. Chilya. Yaudah, aku pergi dulu. Sampai ketemu lagi ?”
“Iya kak J
            Aku pun merasa sangat deg-degan. Oh tuhan, aku bisa berjabat tangan dengan orang  yang slama ini aku sukai, aku cintai, Kak Dicky Prasetya. Tuhan dekatkanlah dia padaku slalu..
S
K
I
P
            Di rumah....
“Tuhan,,,ku tahu permintaanku padamu terlalu besar. Aku inginkn dia slalu Tuhan, inginkan dia. Walau ku tahu, waktu ku di dunia ini takkan lama. Namun satu yang ku inginkan, slalu dekatkan dia padaku Tuhan. Dekatkan dia “
            Ku tulis lagi sebuah kalimat dalam buku diari kecilku. Tak terasa butiran air mata jatuh ke pipi. Ya, ku sadar jika ini tak mungkin terjadi. Cintaku padanya mungkin takkan terbalaskan. Cintaku padanya mugngkin hanya cinta semu.
“Dek, kamu kenapa ?”
“gak ada apa-apa kok kak.”
“tapi kok kamu nangis?”
“Aku gak nangis, tadi Cuma kelilipan debu aja.”
“Ouh...”
            Gak tau kenapa, aku merasakan pusing yang sangat berat di kepalaku. Hidungku pun keluar darah yang cukup deras. Setelah itu akupun tak sadarkan diri dan tak tau apa yang terjadi lagi.

            Di rumah sakit....

“Chilya, sadar donk? Kamu kok bisa gini lagi sih ? jawab kakak donk..” tanya kak rafael yag sangat khawatir.
Akupun akhirnya tersadar, “Kakak, jangan nangis donk? Cengeng deh...”
“Chil,  kamu udah sadar? Mana yang sakit?”
“Udah gak apa-apa kak. Tenang aja, jangan khawatir banget gitu donk? Chilya khan udah gedhe.”
“Gimana gak khawatir, kakak takut banget kehilangan kamu.”
“Aku gak akan ninggalin kakak kok.. beneran.”
“Iya dek, kakak sayang kamu?”
“Aku juga sayang kakak.”
           Seminggu sudah aku berada di rumah sakid. Aku merasa sangat bosan di dalam kamar terus. Akhirnya aku pun meminta izin pada dokter untuk keluar kamar sebentar mencari angin. Dan dokter pun mengizinkannya. Aku hanya di beri waktu 2 jam untuk keluar.
Saat aku berjalan-jalan di taman rumah sakid, aku melihat seseorang yang sangat aku kenali. Ya, dia kak Dicky. Kakak kelas yang sangat aku suka, aku pun mendekatinya.
“hay kak Dicky ? boleh aku duduk disini?”
“Hey,, Chilya. Boleh kok, silahkan saja.” Jawab dicky dengan lembut
“Kakak ngapain disini ?”
“Nganterin ayah aku Check up. Kalo kamu ?”
“Hemmm.... aku gak tau ni disini ngapain... gak boleh pulang sama dokternya, jadi tidur sini deh..J
J ada-ada aja deh kamu. Jelas gak boleh pulang, orang kamu sakid.”
“Aku gak sakid kok kak, orang dokternya aja yang aneh... hehe J
“Bisa aja kamu...”
            Aku pun slalu mempehatikan setiap kata yang di ucapkan kak Dicky. Aku gak mau saat saat seperti ini cepat berakhir. Aku ingin selalu berada di dekatnya dan melihat semua yang ada pada dirinya. Aku benar-benar menginginkan dia untuk yang terakhir kalinya dalam hidup ku..
“Dek...? Kok ngelamun gitu,,,” tanya kak dicky
“ eh eh gak pa pa kok kak. J Oh ya, aku masuk kamar dulu ya kak ? ntar di marahin dokter nie.”
“Iya, hati-hati ya ?”
Sambil mengeluarkan senyuman manisnya
“Iya kak...”
Sungguh aku tak bisa dan tak sanggup untuk meninggalkan senyuman manis itu. Aku sudah benar-benar tak bisa jauh dari dia. Aku cinta dia. Tuhan bantu aku miliki dia....
S
K
I
P      
         
“Tuhan, aku hanya orang biasa yang tahu kapan hidupku akan berakhir. Tuhan aku hanya memohon padamu, berikan aku jalan terbaikmu dan berikanlah aku kekasih hati yang menyayangiku di saat terakhirku. Tuhan, kuingkinkan dia selalu di dekatku. Kak Dicky, I Love You...”
            2 bulan sudah aku melewati semua itu. Dan tak ku sangka aku semakin dekat dengan kak Dicky. Sungguh hal yang sangat aku inginkan slama ini. Namun, tak kukira juga penyakit kanker ku semakin parah. Dokter pun memprediksi bahwa hidupku tak akan lama lagi.

Di rumah sakit...

“kak rafael, besok khan ulang tahun aku yang ke-17. Boleh gak aku minta sesuatu sama kakak.?”
“Boleh kok dek,,”
“Kalo besok aku udah gak ada, kakak janji ya akan slalu inget dan sayang sama aku ?”
“Kok kamu ngomong gitu si dek, kamu tu akan selamanya  kakak sayang. Kamu juga janji jangan ninggalin kakak donk ?”
“Iya kak, aku gak akan ninggalin kakak. Khan aku slalu ada di hati kakak... J
            Malam pun tlah larut dan kini aku pun tlah tertidur di kamar rumah sakid yang sangat sepi bagiku. Saat tengah malam tiba, aku mendengar ada suara kaki yang terseok-seok mendekatiku. Akupun terbangun dan merasa takut. Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka dan terlihat seseorang membawa sebuah kue tart mendekatiku. Dan tak ku sangka, dia adalah Kak Dicky bersama kak Rafael yang membawa sebuah kado di sampingnya... lagu ulang tahun pun di lantunkan oleh mereka....
“happy birthday Chilya sayang... happy sweet seventeenth.” ucap kak rafael sembari memelukku..
“Makasih kakak, Chilya sayang sama kakak....” dengan nada yang cukup lemas
“iya, kakak juga sayang Chilya. Tetep jadi adek terbaik buat kakak ya ?” sambil meneteskan air mata.
“Iya kak...” ikut meneteskan air mata
“Happy birthday ya Chilya...” ucap kak dicky dengan senyuman manisnya.
“Iya kak...” membalas dengan senyuman.
            Aku pun merasa sangat bahagia saat ini. Aku bisa melihat orang-orang yang aku sayangi tersenyum bahagia, walau sebenarnya dalam hati mereka sangat sedih karena keadaanku sekarang. Aku hanyalah seorang anak yang tak berdaya, tubuhku lemah karena semakin lama penyakit kanker ku semakin parah. Hingga aku hanya bisa pasrah dengan hidupku saat ini....
“kak Dicky, bolehkah aku bicara. de dengan mu..?” kata-kataku yang sedikit terbata..
“Boleh Chilya, sangat boleh. Bicaralah...”
“Ka kak, sebener nya aku suka dan sa yang sa ma kakak se jak aku kelas 1. Tapi, aku juga sadar kak, kalo itu semua gak mung kin akan ter jawab. A ku tahu kalo itu cu ma mimpi aku yang ketinggian. Dan itu mem buat aku terjatuh dalam jurang lu ka dalam. Kak, maafin aku udah punya perasaan ini?”  sambil menangis tersedu menahan sakit
“Kamu gak salah chil, justru aku yang salah dan bodoh. Kenapa slama ini aku gak peka sama perasaan kamu...” sesal Dicky..
“chil, kakak sayang dan cinta sama kamu? Kamu mau khan jadi pacar kakak ?”
“Kak, Chilya gak mim pi khan ?”
“Gak Chil, kakak beneran sayang kamu....”
“A ku ma u kak, teri ma ka sih udah ja di yang terakhir un tuk a ku. Memang be nar, cin ta akan in dah pa da wak tu nya..” kata terakhir yang ku ucapkan yang kemudian aku pun terdiam..
            Dicky pun kemudian memelukku dengan eratnya dan takkan melepaskannya lagi. Kak Rafael hanya bisa diam dan menangis melihat itu semua.. Aku pun merasa semua yang ada di sekelilingku sekarang menjadi gelap. Aku tak tau apa yang terjadi, namun yang pasti saat ini aku tlah pergi meninggalkan dunia ini dan terbang menuju surga dan kekal dalam keabadian.. Terimakasih cinta tlah indah pada waktunya....


........................................................END................................................................


by :
ismiterra cahya pradani
@Ca_SbCm

Senin, 10 Juni 2013

foto SM*SH part 1








Cerpen Cinta SMASH


BUKAN YANG PERTAMA TAPI YANG TERAKHIR


            Hari ini adalah hari terakhir gue sekolah di SMA ini, SMA Tunas Bangsa, Bandung. Yaa, banyak cerita terkenang disini. Dari kenangan manis gue sampe kenangan terpahit gue.
Dicky Muhammad Prasetya, dia adalah cowok yang pernah ngasih kenangan manis ke gue, tapi dia juga yang ngasih kenangan terpahit ke gue. Dia ninggalin gue tanpa sebab dan gak tau dimana keberadaan dia sekarang.
“Dickyyy............... Gue benci loe !!!!” teriak gue di taman deket sekolah.
            Tiba-tiba dari belakang datang seseorang ngagetin gue.
“Loe ngapain teriak-teriak gak jelas gitu Ra ?” Tanya seorang cowok dari belakang..
“Loe Ham? Ngagetin gue ajha...”
            Yaps nama gue Tarra Arshinta dan cowok tadi namanya Muhammad Ilham Fauzi. Dia adalah temen sekelas gue dari kelas X.
“Loe masih mikirin cowok tu ya ??”
“Cowok yang mana ? Sok tau deh loe ?”
“Gak usah bohong deh ?! Kalo loe lagi bohong tu keliatan..”
“bisa aja Loe?”
“Oh ya, ngomong ngomong loe nerusin dimana ?”
“Guee, gue maw nerusin di Universitas Toro Bharata. Kalo loe ?”
“Gue juga disitu.. berarti kita bisa barengan lagi donk ?”
“Yahhh,,, bosen dah gue. Hehe....” sambil ketawa barengan sama Ilham.

            Berbulan bulan udah gue lewati dan sekarang gue udah resmi jadi salah satu Mahasiswi di Universitas Toro Bharata.
Sore itu gue jalan sendiri pulang ke rumah. Gak tau kenapa gue ngerasa males banget buat pulang naik angkot. Jarak rumah gue ke kampus gak jauh-jauh banget sih, jadi gue putusin buat jalan kaki aja. Ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba ada mobil melaju dengan kencang dan gak sengaja nyrempet gue yang mau nyebrang jalan. Spontan gue marah-marah sama pemilik mobil itu.
“Aaaaaa... sakid..” teriak gue kesakitan.
            Pemilik mobil pun keluar..................
“Eh Loe punya mata gak si ? bisa nyupir gak,,, liat liat jalan donk...” teriak gue marah marah sama orang itu.
“Sorry,,, gue buru-buru banget, Loe gak apa-apa khan ?” Tanya seorang cowok.
            Gue pun langsung ngeliat siapa orang itu. Dan tanpa gue duga ternyata cowok itu DICKY... Yaaa... Dia beneran Dicky, cowok yang pernah ninggalin gue tanpa sebab. Dan gue benci sama dia..
“Tarra?!! Loe...,Loe gak apa-apa khan ?” sambil bantu gue bangun
“Lepasin !!! Gue gak butuh bantuan loe !!” sambil bangun dengan kepayahan dan bergegas buat pergi.
“Auwwww......” teriak gue kesakitan.
“Udahlah, loe gak usah nolak bantuan gue. Luka loe agak parah. Sini biar gue bawa loe ke rumah sakid...? gue mau tanggung jawab”
“Udah Dicky !! Gak usah !! gue males liad muka loe...” berjalan pergi meninggalkanyya.
           Ya Allah kenapa gue harus ketemu Dicky lagi ? Udah cukup luka ini gue simpen. Gue udah hampir lupain dia, tapi kenapa kau kirim lagi dia kembali ? Gue udah terlanjur benci dia... BENCI...........

S
K
I
P

            Gak terasa gue udah sampai rumah dan bergegas ke ruang tengah ngambil obat-obatan buat ngobatin luka gue karna kejadian tadi.
“Aduchh sakid,,,! Kenapa sih gue harus ketemu cowok itu lagi ? cowok yang udah pernah bikin gue sakkid hati... huft......” gumam gue sambil ngobatin luka..
            Tetttt tetttt tettt........... Bel rumah pun berbunyi dan sepertinya ada orang yang dateng. Gue pun bergegas bukain pintu dan liat siapa yang dateng.
“Tarra...!!!” tiba-tiba mengagetkan gue..
“Ya Ampun Anita... Loe ngagetin gue aja?!”
“hehhe  Sorry Ra...”
“Ngapain loe kesini ? Tumben banget ?”
“Gue mau kasih tau loe tentang orang yang sangat gue suka dan gue fans..(tersenyum yang kemudian natap luka gue) Loe kenapa Ra ? Kok banyak luka gitu ?”
“Emmm, gue gak apa-apa. Cuma kesrempet mobil aja.. Oh ya, siapa yang loe fans?” sambil duduk di sofa yang empuk.
“Ini (sambil menunjukkan sebuah gambar). Ini SMASH, cowok yg super duper cakep dan gue ngefans banget sama mereka, apalagi yang namanya Bisma Karisma. Mereka satu kuliah sama kita lho, tapi mereka baru seminggu disini. Coz lama di Sydney.”
“Hemmm,, loe ngefans sama boyband ?”
“iya...”
“Mana yang namanya Bisma ?”
“Ini...(sambil nunjuk gambar),,”
“Lumayan cakep sih.... Ada Ilham juga to?” sambil melihat gambarnya
“Iya...”
            Setelah gue liad-liad, gue pun ngerasa udah pernah kenal sama salah satu member dari SMASH.
“Ini Siapa?”
“Itu namanya Dicky...”
Gue pun kaget denger nama itu,, “Dicky Muhammad Prasetya?” tanya gue penasaran..
“Iya, kok loe tau si ?”
“Hemm, gak apa-apa.”
            Ya, ternyata benar itu Dicky. Ternyata dia adalah salah satu member SMASH, boyband yang sekarang lagy naik daun.. Tuhan,, kenapa gue harus ketemu dia lagi ?? Gue gak kuat Tuhan.....
“Ra ?! Ra ? halloo...” sambil membuyarkan lamunan gue..
“Eh iya Ta,, ada ap ?”
“Loe abis ngelamunin apa sih ?”
“Gak ngelamunin apa-apa kok..”
“Oh ya,, besok malem anterin gue ketemu Bisma ya ?? Please banget,, besok Smash manggung di Cafe Romantic.. “
“Emmm,, gimana ya..”
“Please donk ?”
“Iya deh gue anterin loe..”
“Thanks ya Ra,,, Yaudah gue pulang dulu ya ?udah malem nie.. Sampe ketemu besok Tarra ...”?
“Iya Hati-hati loe”
            Entah gimana gue harus ngadepin kenyataan ini. Sekarang Dicky telah kembali, gue gak mau perasaan gue balik lagi. Gue udah terlanjur benci sama dia. Ya Allah beri gue petunjuk, semoga aja gue bisa biasa aja ketemu dia.

S
K
I
P

            Malam berikutnya telah tiba dan ini saatnya gue harus anterin Anita ketemu dengan Member SMASH. Sesampainya disana, Cafe itu penuh banged sama Smahsblast. Gue sampe bingung, ini cafe apa pertunjukkan sirkus... Saat gue dan anita di sana, para member SMASH sedang nyanyiin sebuah lagu yaitu “Ada Cinta” dan gue rasa” gue pernah denger lagu ini dibawain sama seseorang. Gue pun inget-inget lagu itu... dan ternyata...
“Lagu Dicky yang pernah dia ciptain buat gue... !” Kekagetan gue dalam Hati.. “Ya ampun, lagu itu pernah dia nyanyiin waktu dia nembak gue... Tuhan kenapa harus kayak gini sih ?” Tanya gue dalam hati.
“Tarra? Kok loe diem aja sih ? sampe selesai tu lagunya..” tanya Anita Penasaran..
“Eh, gak apa-apa kok...”
‘Yaudah deh.. Anterin gue ke backstage yuk ? gue pengen ketemu Mang Bisma...”
“Tapi Ta,, Emang dapet ijin?”
“Tenang aja, ini khan cafe ayah gue... jadi gue jelas dapet ijin, orang gue yang minta ke ayah supaya SMASH manggung di sini...”
“Pantesan,,, Loe nyantai gini...”
“Hehee,,, udah ayo ke backstage..!!” sambil narik tangan gue.
“Iya....”
            Gue dan Anita pun jalan ke Backstage dan ternyata di sana ada member SMASH yang lagi duduk santai sambil bercanda. Tiba-tiba Anita berlari ke arah Bisma yang sedang berdiri di pojok ngafalin koreografi buat tampil nanti. Sedangkan gue hanya diam berdiri di dekat pintu karena ngeliat Dicky yang duduk sendiri sembari memainkan iphone kesayangannya..
“Kak Bisma...?!” Teriak Anita sambil berlari ke arah Bisma..
“Hey,,, Anita?!” Jawab Bisma atas panggilan Anita
“Hallo kakak.. gimana kabarnya?”
“Baik kok,, kamu gimana ?”
“Baik juga...
“BTW makasih udah manggil kita buat manggung disini ?” Ucap Rafael pada Anita
“Iya Kak sama-sama...”
“Oh ya,, itu siapa ?”Sambil nunjuk ke arah gue.
            Anita pun ndeketin gue dan narik tangan gue buat di kenalin ke semua member SMASH.
“Ini namanya Tarra, Tarra Arshinta. Temen gue kuliah.”
            Spontan Dicky pun menoleh ke arah gue karna denger nama gue dengan jelasnya..
“Hay, gue Rafael?”
“Tarra...”
“Gue Morgan”
“Gue Bisma.... Rangga.... Reza... “ Sambil berjabat tangan.
“Dan Gue....” Kalimatnya terputus sebab gue udah nyamber duluan..
“Udahlah Ham,, ngapain kita kenalan...”
“hehee....” senyum Ilham
“eh Dick, ngapain loe diem aja di situ ? gak mau kenalan ?” tanya Si Rangga..
            Dicky pun berdiri dan ndeketin gue. Gak tau kenapa tiba-tiba perasaan gue jadi campur aduk gini. Ada rasa seneng, tapi ada juga rasa benci... Tapi gue tetep berpegang teguh pada kebencian gue sama dia.. Karna gara” dia, setiap hari gue jadi cewek yang cengeng...
“Sorry Ta, gue mau pergi..” Sambil ninggalin mereka semua...
“Tunggu...” tiba-tiba ada yang narik tangan gue dari belakang dan itu adalah Dicky..
“Lepasin gue Dick !!!”
“Gak !!! Gue harus ngomong sama Loe !”
“Gue gak mau Dick...!!!” sambil melepaskan tangan Dicky dan ninggalin mereka semua.
            Aku pun berlari keluar cafe dan bergegas pulang ke rumah. Di perjalanan gak henti-hentinya gue nangis. Kenapa ini harus terjadi Tuhan,,, Di saat gue butuhin dia, dia gak ada di samping gue. Tapi disaat gue lupain dia, dia malah datang.. Tuhaannn apa yang harus gue lakuin..
“Dick, apa dia cewek yang pernah loe ceritain sama gue selama ini ?” Tanya bisma pada Dicky
“Iya Bis, dia ceweknya. Gue cinta dia Bis, tapi dia udah terlanjur salah paham sama kejadian yang lalu itu Bis.”
“Loe yang sabar ya Dick, gue yakin dia pasti balik lagi ke loe ?”
“Thanks ya Bis ?”

S
K
I
P

            Hari itu pun tlah berlalu dan sejak saat itu juga gue jadi sering murung dan ngelamun sendiri. Hingga suatu ketika Anita dan para member SMASH merencanakan sesuatu yang bisa membuat gue dan Dicky kembali. Anita mungkin mengerti kalau gue masih ada rasa sama Dicky. Tapi gue gak mau mengakuinya karna gue udah terlanjur di butain oleh kebencian.
            Sore itu Anita ngeBBM gue buat dateng ke Cafe Romantic jam 7 malem. Gue bingung mau ada acara apa di sana.

Lewat BBm...
“Ra, loe entar malem jam 7 dateng ke Cafe Romantic ya ? Gue tunggu”

“Mau ngapain sih di sana ? Biasanya kalo ada sesuatu dia bilang dulu ke gue... tau’ ach...” ocehan gue di kamar sendiri...

Jam 7 malam at cafe......

“Katanya ketemu jam 7 malem,,, tapi ini kok sepi banget sih? Jangan-jangan Anita ngerjain gue lagi.... Huh..” omelan gue sendiri.
            Saat gue berbalik dan mutusin buat pulang ke rumah, tanpa sengaja gue nabrak seseorang dari belakang..
“auww.....” Gue pun terjatuh tapi ada orang yang nangkap tubuh gue duluan dan ternyata orang itu Dickyy. Spontan gue dan Dicky saling menatap satu sama lain. Gak tau kenapa hati gue jadi deg-degan gini. Aliran darah gue makin kencang dan jantung pun berdetak makin cepat. Tuhan apa yang terjadi...?
Gue pun sadar dan tersentak melihat keadaan ini...
“Sorry, gue gak sengaja nabrak loe? Gue harus pergi...” sambil meninggalkan Dicky.
“Tunggu Ra ?! Gue mau ngomong sama loe ?!” mencegah kepergian gue.
“Mau ngomong apa? Udahlah gue gak ada waktu lagi...”
“Please Ra...”
            Gue pun hanya diam dan kemudian mengangguk mengabulkan permintaan Dicky.  Kami berdua pun duduk di salah satu meja di cafe itu.
“Gue mau minta maaf sama loe Ra? Karna gue pernah ninggalain loe dulu ?”
“Buat apa minta maaf ? Gue udah terlanjur benci Dick..”
“Gue dulu terpaksa Ra, gue ngikut kata orang tua. Mereka mendadak harus pindah rumah karena pekerjaan mereka .  Gue gak bisa apa-apa. Jujur aja, gue sedih ninggalin loe gitu aja. Gue sayang sama loe.”
“Tapi kenapa loe jadi gak pernah hubungin gue Dick ? Gue dulu bingung nyari loe ?! Loe ngilang gitu aja tanpa sebab..”
“Gue gak bisa hubungin loe karna Handphone gue di ambil sama ortu gue. Mereka ngelarang gue hubungin loe!? Dan setelah gue balik lagi kesini, gue udah sempat nyari loe tapi gak ketemu. Please Ra, maafin Gue ?”
“Gue udah terlanjur benci loe Dick. Gue udah sakkid gara-gara loe Dick.!!” sambil menangis
“Gue tau Ra, makanya gue akan nebus semua kesalahan gue di masa itu. Gue masih sayang sama loe Ra? Asal loe tau, setelah gue pergi gak ada satupun orang yang bisa gantiin loe di hati gue Ra..”
            Gue pun terdiam mendengar ucapan Dicky. Memang, dia dulu pergi tanpa sebab namun semua itu ada alasannya. Ya Tuhan,,, apa yang harus aku katakan? Jujur aja, gue masih sayang dia. Memang benar, saat dia pergi tak ada satupun orang yang bisa gantiin posisi dia di hati gue. Yaa, gue harus jujur. Gue masih cinta dia, gue sayang dia, dan gue gak mau kehilangan dia kedua kalinya.
“Tarra, jawab gue Ra ?! Jangan Diem aja.?” Tanya Dicky
“Gue... gue juga masih sayang dan cinta sama loe Dick...! gue masih punya rasa itu sampai sekarang. Gue maafin loe !!”
“Makasih Ra, makasih...” Sambil memeluk gue.
            Tiba-tiba suasana menjadi sedikit berbeda. Lampu yang tadinya remang-remang kini menjadi terang. Dan tiba-tiba datang segerombolan orang dari belakang panggung, dan tanpa gue duga ternyata mereka adalah member SMASH dan Anita sahabat gue. Gue bingung dengan keadaan ini..
“Kok kalian bisa di situ ?” tanya gue sama anak” tadi.
“Ternyata rencana kita berhasil ya guys ?” seru Bisma...
“Jadi semua ini kalian yang rencanain...?” tanya gue dan Dicky secara bersamaan..
“E chieee,, barengan chuy... sehaty deh kalian...” serang Ilham dari belakang
“Apaan sih kalian ini?”
“Bener khan, ternyata kalian masih saling suka.? Udah sekarang gak perlu di sembunyiin lagi. Kalian emang cocok kok .” ucap Anita
            Gue dan Dicky pun tersenyum mendengar perkataan Anita. Yaps emang benar dulu waktu di sma banyak anak yang bilang kalo kita itu pasangan yang ideal, cocok.
“Eh guys, gue maw ungkapin sesuatu.” Ucap Dicky pada anak-anak.
            Dicky pun kemudian jongkok di depan gue sambil memegang kedua tangan gue. Dia pun berbicara sesuatu...
“Tarra,, gue sangat sayang dan cinta sama loe. You always in my mind and my heart. Tarra, i heart you and i love you. Would you be my girl?” tanya Dicky dengan jelasnya
“Dicky.... gue.. gue juga sayang dan cinta sama loe. Gue mau jadi cewek loe. I heart and i love you too....”
“makasih Ra? Gue sayang loe, meski ini bukan yang pertama tapi ini bakalan jadi  yang terakhir buat gue...” sambil memeluk gue dengan erat..
“chieee... chieeee..... yang udah jadian seneng nih ?” sahut Reza
“Iya, sampe lupa ada orang disini...” sahut Morgan
“ha... ha.. ha....”
            Duka dan kesendirian pun sekarang tlah hilang dari hidup gue dan kebahagiaan pun datang dengan indahnya... Welcome back my Love, I always love you DICKY M Prasetya Forever...

  -End-



Writen by :

Ismiterra Cahya Pradani
@Ca_SbCm

;;

By :
Free Blog Templates